Gadget, Perlukah Bagi Siswa...!?

By Mansur Amriatul 21 Feb 2018, 16:00:54 WIB Teknologi
Gadget, Perlukah Bagi Siswa...!?

Gambar : Siswi MTs Amanah Ruteng sedang mengikuti Ujian CBT


Penulis : Fatmawati | Guru Muda MTs Amanah Ruteng

Dalam era globalisasi sekarang ini, hampir di semua aspek kehidupan tidak terlepas dari teknologi. Kemajuan dan kecanggihan teknologi telah merubah banyak hal di dunia ini. Segala aktivitas dan pekerjaan bisa sangat mudah dikerjakan dengan bantuan teknologi misalkan dengan adanya gadget. Gadget, jika mendengar kata ini yang langsung muncul dalam pikiran kita adalah handphone dan benda elektronik lainnya yang sejenis. Menurut Wikipedia, gadget atau gawai  adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Perbedaan gawai dengan teknologi yang lainnya adalah unsur kebaruan berukuran lebih kecil. Istilah gadget pertama kali digunakan pada abad  ke 19 dan pada tahun 2012 istilah ini menjadi trend yang melanda masyarakat Indonesia hingga sekarang.

Beberapa contoh gadget adalah smartphone, tablet, laptop, notebook dan lainnya. Benda-benda yang ukurannya cukup kecil ini sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang. Tuntutan hidup jaman sekarang yang serba cepat dan selalu up to date membuat orang-orang tidak ingin ketinggalan dan menjadikan gadget sebagai life style yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Bisa dilihat dari fenomena manusia sekarang yang selalu memegang smartphone mereka dimanapun dan kapanpun, sambil menunduk bahkan tidak peduli dengan orang lain di sekitarnya. 

Tidak bisa dipungkiri dengan adanya gadget ini sangat  membantu kita dalam kehiduan sehari-hari misalnya dengan smartphone yang bisa kita gunakan untuk mengakses internet dengan cepat dan juga fitur-fitur yang ada didalamnya bisa mempermudah pekerjaan. Gadget dimiliki oleh setiap orang, mulai dari anak kecil hingga dewasa yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Namun bagaimana dengan penggunaan smartphone di kalangan siswa???  Berbeda dengan kehidupan jaman dulu, siswa sekarang dari kecil sudah sangat akrab dengan yang namanya smartphone. Hampir semua siswa memiliki smartphone yang dibelikan oleh orang tuanya. Tujuannya adalah semata-mata untuk komunikasi dan dianggap akan memudahkan anaknya dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sekolah. Tugas utama dari seorang siswa adalah belajar. Dan belajar bisa bersumber dari apa saja salah satunya adalah internet. Tapi, sadarkah kita akan hal lain yang mungkin terjadi???

MTs Amanah Ruteng merupakan salah satu sekolah yang melarang siswa/siswi untuk membawa smartphone ke sekolah. Namun, tetap ada kebijakan dari Kepala Madrasah Ibu Marience Ago bahwa siswa boleh membawanya jika hanya untuk menelpon orang tua saat pulang sekolah. Artinya smartphone siswa/siswi harus dikumpulkan ke wali kelas masing-masing  setiap pagi hari sebelum masuk kelas dan diambil saat pulang sekolah. Dan pada pelajaran tertentu, beberapa guru mewajibkan siswa/siswi membawa smartphone utuk digunakan saat proses pembelajaran dan setelah selesai pelajaran langsung segera diserahkan kepada wali kelasnya.

Beberapa siswa MTs Amanah kelas VIII A, berpendapat bahwa smartphone sangat penting bagi mereka. Tugas sekolah bisa dikerjakan dengan mengakses internet lewat smartphone dan bisa mengetahui informasi terbaru yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Selain manfaatnya, mereka juga menambahkan bahwa mereka seperti sudah sangat bergantung terhadap smartphone, karena semua tugas dicari di internet maka buku tidak lagi dibutuhkan. Siswa lainnya juga berpendapat bahwa smartphone tidaklah penting, hanya akan membuang waktu dan membuat mereka lupa akan tugas utama mereka sebagai pelajar yaitu belajar. Jadi, menurut mereka smartphone bisa memberikan dampak positif dan negatif. 

Bermanfaat atau tidaknya smartphone tergantung siapa dan apa tujuan si pengguna. Jika digunakan untuk hal positif seperti mencari tugas atau hanya ingin sekedar mengetahui berita terbaru, tapi jika siswa menggunakan untuk mengakses situs-situs terlarang misalnya situs porno maka harus segera dihentikan. Rasa penasaran yang tinggi di usia mereka memang sangat wajar terjadi, tetapi tanpa adanya pengawasan akan membawa mereka ke dalam suatu masalah. Oleh karena itu, peran orang tua, sekolah dan masyarakat sangat diperlukan dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap anak/siswa. Mereka masih muda dan sangat membutuhkan bimbingan. Mereka juga adalah generasi penerus bangsa yang akan membawa perubahan untuk Indonesia. Jangan sampai dengan kecanggihan teknologi akan memperbudak umat manusia. 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment